<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"><channel><title><![CDATA[Jogja]]></title><description><![CDATA[Jogja bercerita...]]></description><link>https://jogja.digitalpress.blog/</link><image><url>https://jogja.digitalpress.blog/favicon.png</url><title>Jogja</title><link>https://jogja.digitalpress.blog/</link></image><generator>Ghost 4.48</generator><lastBuildDate>Fri, 27 Mar 2026 09:36:23 GMT</lastBuildDate><atom:link href="https://jogja.digitalpress.blog/rss/" rel="self" type="application/rss+xml"/><ttl>60</ttl><item><title><![CDATA[Tugu Jogja Kedua Yang Jarang Diketahui]]></title><description><![CDATA[Di kota Yogyakarta terdapat 2 tugu yang memiliki bentuk sangat mirip. Tugu pertama yang letaknya di perempatan mangkubumi, dan dimana letak tugu kedua?]]></description><link>https://jogja.digitalpress.blog/tugu-jogja-kedua-yang-jarang-diketahui/</link><guid isPermaLink="false">5f604d0c2d75fd000132d219</guid><category><![CDATA[Story]]></category><dc:creator><![CDATA[Mantri blog]]></dc:creator><pubDate>Tue, 15 Sep 2020 05:16:46 GMT</pubDate><media:content url="https://digitalpress.fra1.cdn.digitaloceanspaces.com/941ljhm/2020/09/FB_IMG_1600144895633.jpg" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<img src="https://digitalpress.fra1.cdn.digitaloceanspaces.com/941ljhm/2020/09/FB_IMG_1600144895633.jpg" alt="Tugu Jogja Kedua Yang Jarang Diketahui"><p>TUGU GAMPING </p><p>Banyak orang Jogja yang tidak mengetahui bahwa selain Tugu yang ada di perempatan Jalan Diponegoro masih ada tugu lain, yakni Tugu yang berada di Kecamatan Gamping, Kelurahan Ambarketawang, Sleman. Tepatnya di sebelah timur pertigaan ringroad Gamping, sebelum jembatan.<br>Ukuran Tugu Gamping, sebut saja demikian, tidak sebesar dan setinggi Tugu Jogja. Namun bentuk dan ornamennya sungguh mirip dengan Tugu Jogja. Memang cat yang digunakan untuk mempercantik penampilan Tugu Gamping tidak sama dengan cat yang digunakan oleh Tugu Jogja.<br>Kemiripan bentuk dan corak Tugu Gamping dengan Tugu Jogja sering mengundang pertanyaan dalam hati, mengapa demikian mirip hingga ke detail-detail hiasannya ? Ternyata tugu yang sekarang kelihatan kurang terawat itu memiliki kisah tersendiri. Tugu ini dibangun sebagai tetenger atau tanda peringatan akan jumenengan (naik tahtanya) almarhum Sultan Hamengku Buwono IX (1939-1988).<br>Tugu Gamping ini dibangun satu tahun setelah Sultan Hamengku Buwono IX naik tahta. Hal peringatan akan jumenengan Sultan Hamengku Buwana IX ini diterakan sebagai prasasti pada salah satu sisi dinding Tugu Gamping. Bunyi dari tulisan atau prasasti tersebut adalah sebagai berikut :<br>MAHARGJO:<br>DJOEMENENGDALEM<br>SAMPEJANDALEM<br>HINGKANG SINOEHOEN<br>HINGKANG - DJOEMENENG<br>KAPING IX<br>18 Maart 1940<br>Tugu ini sebelum ring road atau jalan lingkar Jogja dibuat kelihatan agak menonjol karena letaknya dulunya berada di sisi perempatan jalan. Kini keletakan tugu tersebut masih di tempat semula, namun perempatan jalannya telah berubah karena terpotong ring road. Dengan demikian orang dari arah selatan atau timur tidak lagi bisa langsung melintas di sisi Tugu Gamping. Untuk dapat melintasinya harus diambil arah dari sisi barat atau utara saja.<br>Kini tugu ini kelihatan agak merana karena keletakannya yang demikian menjadi jarang dilihat atau diperhatikan. Orang yang melintas di ring road biasanya akan melajukan kendaraannya relatif cepat sehingga pandangannya tidak atau kurang terfokus pada objek atau benda-benda di kanan kirinya. Dulu hal demikian relatif kurang terjadi karena perlintasan di tempat itu belum sebesar dan seramai sekarang.<br>Anda penasaran dengan sosok kembaran Tugu Jogja ? Datang saja ke sebelah timur Pasar Gamping.</p>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Kuliner Ramadhan di Jogja 2020]]></title><description><![CDATA[Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat ditunggu-tunggu oleh umat muslim, karena bulan Ramadhan memiliki keutamaan.]]></description><link>https://jogja.digitalpress.blog/kuliner-amadhan-jogja-2020/</link><guid isPermaLink="false">5e56b5f833340e0001bbda3b</guid><category><![CDATA[Kuliner]]></category><dc:creator><![CDATA[Mantri blog]]></dc:creator><pubDate>Wed, 26 Feb 2020 18:16:29 GMT</pubDate><media:content url="https://static.ghost.org/v3.0.0/images/welcome-to-ghost.png" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<h2 id="selamat-datang-ramadhan-2020">Selamat datang ramadhan 2020</h2><img src="https://static.ghost.org/v3.0.0/images/welcome-to-ghost.png" alt="Kuliner Ramadhan di Jogja 2020"><p>Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat ditunggu-tunggu oleh umat muslim, karena bulan Ramadhan memiliki keutamaan. Bulan penuh berkah dan ampunan, umat islam wajib menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan.</p><h2 id="perbedaan-bulan-ramadhan-2020">Perbedaan bulan Ramadhan 2020</h2><p>Bulan puasa ramadhan di tahun ini (2020) sangat berbeda kondisinya dengan bulan puasa ramadhan di tahun-tahun sebelumnya. Di mana pada tahun ini, seluruh umat manusia di bumi ini mengalami jaman pagebluk besar. Terjadi wabah virus yang sangat menular dan mematikan, virus novel corona (covid 19).</p><p>Sejenis virus sars yang menular melalui cairan droplet dari si penderita, gejala umum yang mirip flu tetapi disertai sesak nafas hebat. Sangat berbahaya untuk manusia usia lanjut dan yang memiliki penyakit sebelumnya.</p><p>Untuk mencegah penularan covid 19, maka ibadah-ibadah sholat dan pengajian pengajian di masjid ditiadakan. Tidak ada sholat tarawih bersama, tidak ada acara buka bersama di masjid, dan tidak ada acara ngaji bersama (tadarusan) di masjid.</p><h2 id="antusiasme-di-bulan-ramadhan-tetap-tinggi">Antusiasme di bulan Ramadhan tetap tinggi</h2><p>Namun alhamdulillah kondisi pagebluk di tahun 2020 ini sedikitpun tidak mengurangi umat muslim di kota Yogyakarta untuk tetap bisa melaksanakan ibadah bulan puasa Ramadhan dengan baik, mereka tarawih di rumah, buka bersama keluarga di rumah dan tadarusan di rumah. Semua aktifitas lebih banyak di rumah.</p><h2 id="kuliner-ramadhan-di-jogja">Kuliner Ramadhan di Jogja</h2><p> <a href="https://jogja.digitalpress.blog/kuliner-amadhan-jogja-2020/">Ciri khas Ramadhan</a> yang bisa dijumpai di kota Yogyakarta adalah terdapat di beberapa kampung atau ruas jalan yang sangat ramai oleh warga yang menyediakan takjil / menu buka puasa, diantaranya di :</p><h2 id="kuliner-ramadhan-di-kampung-kauman">Kuliner ramadhan di kampung Kauman</h2><p>Warga kampung kauman yang dengan gembira menyediakan menu buka puasa di tiap gang kampung Kauman, yang nampak berbeda dengan tahun sebelumnya. Warga Kauman dan para pemburu takjil mengenakan masker, dan sangat berhati-hati untuk mewaspadai penularan covid-19 pada event tersebut. Pagebluk corona tidak menyurutkan dalam beribadah puasa namun tetap dengan kehati-hatian. Warga juga tetap menyediakan disinfektan dan rajin cuci tangan dalam perdagangan.</p><h2 id="kuliner-ramadhan-di-kampung-jogokaryan">Kuliner ramadhan di kampung Jogokaryan</h2><p>Hal serupa juga terjadi di kampung Jogokaryan, kegiatan warga dalam pasar kuliner Ramadhan dengan penuh kehati-hatian. Tetap rajin cuci tangan dan menggunakan disinfektan untuk membersihkan tempat-tempat yang dimungkinkan menjadi sarang droplet covid19.</p><h2 id="kuliner-ramadhan-di-jalan-pgri-ii-kampus-upy-pgri">Kuliner ramadhan di Jalan PGRI II kampus UPY PGRI</h2><p>Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, yang berjualan menu buka puasa di dominasi anak-anak muda dan mahasiswa2 dari kampus UMY dan UPY PGRI. Pola berjualan bersih dan sehat juga menjadi protokol wajib bagi mereka. Para pelanggan setempat ataupun dari luar juga menggunakan masker dan tetap menjaga jarak.</p><h2 id="kuliner-ramadhan-di-jalan-sorogenen">Kuliner ramadhan di jalan sorogenen</h2><p>Warga yang menjual dan membeli menu buka puasa juga seperti tempat-tempat lainnya, tetap menjaga pola hidup bersih dan sehat, sekaligus tetap menjaga jarak.</p><blockquote>Kondisi ramadhan di tahun 2020 tidak menyurutkan warga Jogja dengan tetap menjaga pola hidup bersih dan sehat, tetap menjaga jarak untuk menekan penularan yang mungkin terjadi.</blockquote>]]></content:encoded></item></channel></rss>